Jumat, 13 Desember 2013

"Banjir"

NAMA:RASIS HANGKAR
KELAS:XIIIPA6
NO:33


Banjir jadi hal biasa buat masyarakat Indonesia. Tiap tahun Indonesia slalu mendapatkan masalah banjir dan sampai saat ini pun belum ada solusi yg dapat menanggulangi permasalahan ini. Ketidak sadaran akan bahayanya banjir dan penyebab-penyebab terjadinya banjir menjadi penyebab kenapa banjir tersebut setiap tahun melanda Indonesia.

Penyebab banjir sendiri bisa terjadi karena berbagai hal baik alam maupun manusia. Dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan banjir di seluruh dunia termasuk Indonesia :
1.      Peristiwa alam seperti Curah hujan dalam jangka waktu yang lama.
2.      Terjadi erosi tanah hingga menyisakan batuan, dan tidak ada resapan air bahkan bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor.
3.      Buruknya penanganan sampah, hingga kemudian sumber saluran air tersumbat
4.      Bendungan dan saluran air rusak. Seperti yang terjadi pada bencana di situ gintung
5.      Penebangan hutan secara liar dan tidak kendali.
6.      Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang. Sehingga memudahkan terjadi bencana banjir
7.      Kiriman atau bencana banjir bandang.
8.      Keadaan tanah tertutuo semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
9.   Pembangunan tempat pemukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan gedung, tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada. Contohlah kota-kota besar semacam jakarta yang sering terjadi bencana banjir.

Bencana banjir sebenarnya dapat kita hindari, yaitu dengan menghindari hal-hal diatas. Sehingga tidak akan terjadi peristiwa seperti situ gintung ataupun banjir bandang yang sering terjadi di Indonesia. Seperti sebuah kata bijak, “Manusia adalah bagian dari alam, jika kita menyakiti alam maka kita akan menyakiti manusia”.
Beberapa ramalan untuk Indonesia dikeluarkan oleh konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bali jika tingakatan air laut terus meninggi:
  • Bandara Jakarta akan tenggelam pada tahun 2035.
  • Sekitar 25% wilayah Jakarta dapat hilang di tahun 2050.
  • Surabaya dan Semarang akan banjir secara tetap pada tahun 2080.
  • Ibukota Indonesia terpaksa dipindahkan ke Bandung.
  • Dua ribu pulau bisa habis di tahun 2030.
  • 400,000 km kuadrat luas daratan lenyap pada tahun 2080, termasuk sekitar 10% dari Papua, dan 5% dari Jawa dan Sumatra (di pesisir utara).
Begitu ujar Nicholas Stern, pengarang "The Stern Report" (2006) mengenai perubahan iklim:
Negara kepulauan sangat rawan terhadap peningkatan air laut dan badai. Indonesia termasuk Negara yang amat rawan.

Sebenarnya banjir dapat di kurangi bahkan dicegah jika kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sungai-sungai, kali, bendungan, dan mengurangi pembangunan-pembangunan gedung yang berarti menutup tanah dengan semen maupun aspal, membangun taman-taman ditengah kota dapat mengurangi bencana banjir.
setiap tahun air laut meluap menjadi masalah besar yang harus dihadapi kedepannya.


2. Pengertian yang Terkait dengan Masalah Banjir

Beberapa istilah, pengertian dan rumusan yang menyangkut banjir, masalah banjir dan upaya untuk mengatasinya yang telah populer dan beredar luas di masyarakat maupun di lingkungan aparatur pemerintah sampai saat ini masih banyak yang keliru. Kekeliruan, ketidakseragaman dan keterbatasan pengertian masyarakat terhadap masalah ini menimbulkan dampak negatif terhafap upaya mengatasi masalah banjir, antara lain berupa kurangnya kepedulian dan peran masyarakat dalam mengatasi masalah banjir serta kesalahan persepsi menyangkut upaya mengatasi banjir. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa upaya mengatasi banjir adalah merupakan kewenangan dan tanggung jawab pemerintah sepenhnya. Demikian pula adanya pemahaman yang keliru terhadap kinerja sistem pengendali banjir, dengan menganggap bahwa begitu sistem pengendali banjir dibangun masalah banjir hilang.
Indikasi masih terbatasnya pemahaman masyarakat dan aparat menyangkut masalah banjir dan upaya mengatasinya tercermin dari berbagai pernyataan dan pertanyaan masyarakat yang sumbang yang sering muncul di berbagai media, antara lain:
  1. Mengapa para insinyur tidak dapat mengatasi masalah banjir dengan tuntas?
  2. Kapankah wilayah DKI Jakarta akan bebas banjir? Berapa miliar / triliun dana yang masih diperlukan untuk itu?
  3. Untuk membebaskan wilayah DKI Jakarta terhadap masalah banjir diperlukan dana untuk proyek sekian triliun rupiah selama sekian tahun,
  4. Berbagai proyek untuk mengatasi masalah banjir dengan biaya yang besar telah dilaksanakan, akan tetapi mengapa masalah banjir tetap saja meningkat?
  5. Bukankah masalah banjir iitu justru ?dipelihara? oleh para tukang insinyur agar pekerjaaannya tidak segera habis?
  6. Pengendalian banjir dinyatakan untuk debit banjir periode ulang 25 tahunan, akan tetapi mengapa proyek baru saja selesai dikerjakan telah terjadi banjir lagi?
  7. Bangunan yang dibuat oleh masyarakat d dataran banjir telah mengikuti IMB dan berada di atas ?peil banjir? yang resmi ditetapkan oleh pemerintah, tetapi mengapa masih saja tergenang banjir?
  8. Terjadinya banjir / genangan di DKI Jakarta adalah akibat ?banjir kiriman? dari Bogor / Jawa Barat. Terjadinya banjir di Riau adalah akibat ?banjir kiriman ? dari Sumatera Barat. Terjadinya banjir di Bojonegoro adalah akibat ?banjir kiriman? dari Solo dan Madiun !
  9. Pernyataan berbagai iklan real estat yang dibangun di dataran banjir, bahwa dagangannya ?bebas banjir sampai tua?. Pernyataan seperti ini dapat menyesatkan masyarakat / konsumen.
Disamping pernyataan dan pertanyaan masyarakat yang kemungkinan memang masih awam dan belum memahami banjir dan masalah banjir tersebut di atas, terdapat juga pernyataan dari pakar banjir dari Amerika Serikat di salah satu majalah yang bernadakan kebingungan dan frustasi, sebagai berikut: ?The flood that devastated the Mississippi and Missouri river valleys in 1993 have created questions: Is our approach to flood control correct? And where do we go from here?
Beberapa istilah dan pengertian teknis yang perlu dimengerti dan dipahami oleh masyarakat secara benar antara lain tentang:
  1. Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu kesatuan wilayah tata air yang terbentuk secara alamiah dimana air meresap dan / atau mengalir melalui sungai dan anak-anak sungai yang bersangkutan (Gambar 1)
  2. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai 
3.Dataran banjir (flood plain) adalah lahan / dataran yang berada di kanan kiri sungai yang sewaktu-waktu dapat tergenang banjir (Gambar 3). Berdasarkan Peraturan Menteri PU No. 63 / 1993 tentang Garis Sempadan Sungai dan Bekas Sungai,  batas dataran banjir ditetapkan berdasarkan debit rencana sekurang-kurangnya untuk periode ulang 50 tahunan. Contoh: kurang lebih 40 ? 50 % wilayah DKI Jakarta berada di dataran banjir 13 sungai yang melewatinya. Real estat, hotel mewah, pertokoan, perkantoran, dan perumahan mewah di DKI Jakarta yang terendam banjir pada bulan Januari ? Pebruari 2002 semuanya berada di dataran banjir.
4.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar